Cerpen: Dia Di Meja Nomor 11 (Bag. 1)

“Halo…bo..boleh kenalan?” Tubuhku bergerak sendiri dari tempat dudukku di pinggir jendela besar, di lantai dua, di sebuah Coffee Shop di dekat kampus Setiabudhi. Aku sangatlah yakin, ini adalah hal ternekat yang pernah aku lakukan selama 21 tahun aku mejalani hidup. Dan aku berani bersumpah—tanganku kutawarkan kedepan untuk berjabat tangan—kalau untuk sepersekian detik aku sempat ‘kemasukan’ […]

Puisi: Keputusan

Ma, tak terbendung lagi sedihku Ma, yang kucinta meringkuk terhina Tubuhnya yang dulu segar sekarang penuh koreng dan luka Aku lihat pelakunya Ma Semua orang lihat pelakunya Namun apa daya aku hanya dapat menghamba Dengar Ma Dengar Pa Suara yang kucinta Suara yang sudah parau mengiba Namun apa daya aku hanya dapat menghamba   Ma, […]

Puisi: Kasih

Hai kasih, apa kabarmu? Sore ini matahari memerah bulat sempurna Seperti wajahmu yang merona tatkala tertawa Halo kasih, gimana hari-harimu? Sore ini matahari hangat sekali Seperti kehadiranmu di sisiku dulu.   Eh kasih, aku rindu Rindu sekali Bolehkah aku menangis lagi karenamu? Muak aku dengan puisi yang bertele-tele Aku hanya ingin kau jadi syair ku […]

Cerpen: Aim dan Anak Jangkrik

Masih dengan khusyuk menyirami lubang jangkring di halaman samping rumah Pakde Parsam yang penuh rumput Jepang aku makin kesal karena si jangkrik tetap tidak mau keluar dari sarangnya. Sudah tidak terhitung rasanya aku bolak-balik mengambil air menggunakan batok kelapa dari bak air yang digunakan untuk menampung air hujan di belakang rumah. Hari ini panas sekali, […]

Puisi: 01001110 01101001 01100001

01000001 01101011 01110101 00100000 01110010 01101001 01101110 01100100 01110101 00100000 01101011 01100001 01101101 01110101 00100000 01100100 01101001 01101110 01100100 01100001 00100000 01101010 01100001 01101110 01110100 01110101 01101110 01100111 01101011 01110101 00100000 01100010 01100101 01110010 01100111 01100101 01110100 01100001 01110010 00100000 01101000 01100001 01101110 01111001 01100001 00100000 01100100 01100101 01101110 01100111 01100001 01101110 00100000 01101101 01100101 01101110 01100111 01101001 01101110 01100111 01100001 01110100 00100000 01110011 01100101 01101110 01111001 01110101 01101101 01101101 01110101 00100000 01000001 01101011 01110101 00100000 01110010 01101001 01101110 01100100 01110101 00100000 01101011 01100001 01101101 01110101 00100000 01100100 01101001 01101110 01100100 01100001 00100000 01110010 01101001 01101110 01100100 01110101 00100000 01110011 01100101 01101011 01100001 01101100 01101001 00100000

Curhat: Aktivis Sastra

Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun setiap abad, pemuda terus dan terus berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil hanya karena dilandasi kesamaan visi. Membentuk komunitas-komunitas berlantai ideologi beratapkan mimpi, berkumpul berdiskusi  bagaikan virus menyalurkan ide-ide penuh semangat ke setiap anggota kelompoknya. Aktivis katanya. Menyuarakan hak-hak rakyat kecil jeritnya. Tidak sedikit pemuda yang berteriak lantang bagaikan […]