Puisi: Kasih

Hai kasih, apa kabarmu? Sore ini matahari memerah bulat sempurna Seperti wajahmu yang merona tatkala tertawa Halo kasih, gimana hari-harimu? Sore ini matahari hangat sekali Seperti kehadiranmu di sisiku dulu.   Eh kasih, aku rindu Rindu sekali Bolehkah aku menangis lagi karenamu? Muak aku dengan puisi yang bertele-tele Aku hanya ingin kau jadi syair ku […]

Puisi: 01001110 01101001 01100001

01000001 01101011 01110101 00100000 01110010 01101001 01101110 01100100 01110101 00100000 01101011 01100001 01101101 01110101 00100000 01100100 01101001 01101110 01100100 01100001 00100000 01101010 01100001 01101110 01110100 01110101 01101110 01100111 01101011 01110101 00100000 01100010 01100101 01110010 01100111 01100101 01110100 01100001 01110010 00100000 01101000 01100001 01101110 01111001 01100001 00100000 01100100 01100101 01101110 01100111 01100001 01101110 00100000 01101101 01100101 01101110 01100111 01101001 01101110 01100111 01100001 01110100 00100000 01110011 01100101 01101110 01111001 01110101 01101101 01101101 01110101 00100000 01000001 01101011 01110101 00100000 01110010 01101001 01101110 01100100 01110101 00100000 01101011 01100001 01101101 01110101 00100000 01100100 01101001 01101110 01100100 01100001 00100000 01110010 01101001 01101110 01100100 01110101 00100000 01110011 01100101 01101011 01100001 01101100 01101001 00100000

Curhat: Aktivis Sastra

Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun setiap abad, pemuda terus dan terus berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil hanya karena dilandasi kesamaan visi. Membentuk komunitas-komunitas berlantai ideologi beratapkan mimpi, berkumpul berdiskusi  bagaikan virus menyalurkan ide-ide penuh semangat ke setiap anggota kelompoknya. Aktivis katanya. Menyuarakan hak-hak rakyat kecil jeritnya. Tidak sedikit pemuda yang berteriak lantang bagaikan […]

Puisi: Pohon Nangka di Perempatan Jalan

Pohon nangka di perempatan jalan Berbuah tanpa diminta Besar-besar pula Sebesar kepala Sapi Brahma Sang Tuan dirumah kah? Ah, lagipula dirumah atau tidak tak kan jadi masalah Akan kuambil buah itu malam ini Tinggal kutunggu becak pangkalan pergi agar tak ada saksi Kalaupun ia tak mau pergi, tinggal kubagi dua buah nangka itu Toh besar-besar […]

[Puisi] Surat Pendek Si Agus

Untuk Anggrek, Jikalau waktu ini sampai. Akan ku genggam erat embun subuh rumahmu. Tak kan kulepas. Tak kan kulewati. Bahkan walau hanya sekejap. Sampai keram ini kaki. Akan kutunggu hingga subuh menjadi pagi, meskipun peluh bercucuran. Ku tak bisa mengucap, apalagi berikrar dibawah langit. Aku tak berani ya Anggrek hutanku. Dan bila mereka berjanji pada […]