Cerpen: Dia Di Meja Nomor 11 (Bag. 1)

“Halo…bo..boleh kenalan?” Tubuhku bergerak sendiri dari tempat dudukku di pinggir jendela besar, di lantai dua, di sebuah Coffee Shop di dekat kampus Setiabudhi. Aku sangatlah yakin, ini adalah hal ternekat yang pernah aku lakukan selama 21 tahun aku mejalani hidup. Dan aku berani bersumpah—tanganku kutawarkan kedepan untuk berjabat tangan—kalau untuk sepersekian detik aku sempat ‘kemasukan’ […]

Cerpen: Aim dan Anak Jangkrik

Masih dengan khusyuk menyirami lubang jangkring di halaman samping rumah Pakde Parsam yang penuh rumput Jepang aku makin kesal karena si jangkrik tetap tidak mau keluar dari sarangnya. Sudah tidak terhitung rasanya aku bolak-balik mengambil air menggunakan batok kelapa dari bak air yang digunakan untuk menampung air hujan di belakang rumah. Hari ini panas sekali, […]

Curhat: Aktivis Sastra

Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun setiap abad, pemuda terus dan terus berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil hanya karena dilandasi kesamaan visi. Membentuk komunitas-komunitas berlantai ideologi beratapkan mimpi, berkumpul berdiskusi  bagaikan virus menyalurkan ide-ide penuh semangat ke setiap anggota kelompoknya. Aktivis katanya. Menyuarakan hak-hak rakyat kecil jeritnya. Tidak sedikit pemuda yang berteriak lantang bagaikan […]

Cerpen: The Diary Of The Earth

Bumi 2230, aku seorang pemuda berumur 28 tahun yang bekerja sebagai musisi jalanan. Aku sering mencari nafkah dengan menghibur di pinggiran jalan Bajuristraat—dulu disebut Jl. Sersan Bajuri—di Bandung hingga S Canal Street di Chicago, dari pinggiran sungai Thames di Oxford hingga Stasiun HoverTrain di Medan. Bergerak bebas mencari uang untuk sebuah ketela hangat—sudah tidak ada […]