Puisi: Keputusan

Ma, tak terbendung lagi sedihku Ma, yang kucinta meringkuk terhina Tubuhnya yang dulu segar sekarang penuh koreng dan luka Aku lihat pelakunya Ma Semua orang lihat pelakunya Namun apa daya aku hanya dapat menghamba Dengar Ma Dengar Pa Suara yang kucinta Suara yang sudah parau mengiba Namun apa daya aku hanya dapat menghamba   Ma, […]

Puisi: Lakon Senayan

Hah! Sudah kuduga…sudah di duga Ia pun mengambil amplonya, Ha..ha..ha! Dasar kau Petruk, tak malu kah kau menjilat ludahmu sendiri Tugas Partai? Ah! Semua yang disini pun melaksanakan tugas Partai Lihat saja Bagong disana, peduli setan tugas Partai atau bukan, toh tetap dia ambil juga Hei Petruk! Jangan lah kau berlagak suci Nanti akan ada […]

Payung Teduh: “Akad” Apasih Makna dan Ceritanya?

Halooooo buat kalian para penggemar Payung Teduh! Karena banyak dari temen gue yang bertanya-tanya makna dari lagu Akad yang merupakan single terbaru dari Payung Teduh ini, akhirnya gue memberanikan diri mengulas sedikit apasih sebenernya yang mau Om Is dan kawan-kawannya ini sampaikan ke pendengarnya yang setia? Oke first of all ayo kita liat dulu lirik […]

Curhat: Kartini Hanya Simbol!

Gue sebenernya gak terlalu tertarik untuk nulis soal Kartini diblog ini. Karena menurutku gue pribadi sih Kartini terlalu di kultuskan dan di puja terlalu berlebihan oleh orang Indonesia, seakan hanya beliau tokoh feminisme pada masa Hindia Belanda. Tapi karena gue baca artikel yang ditulis Arzia Tivany Wargadiredja di website VICE Indonesia (link bisa cek disini) tangan […]

Curhat: Aktivis Sastra

Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun setiap abad, pemuda terus dan terus berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil hanya karena dilandasi kesamaan visi. Membentuk komunitas-komunitas berlantai ideologi beratapkan mimpi, berkumpul berdiskusi  bagaikan virus menyalurkan ide-ide penuh semangat ke setiap anggota kelompoknya. Aktivis katanya. Menyuarakan hak-hak rakyat kecil jeritnya. Tidak sedikit pemuda yang berteriak lantang bagaikan […]

Curhat: Sukajadi, 7 Februari 2016

Tubuh yang semakin dewasa bergetar, entah karena dua cangkir kopi atau inspirasi-inspirasi yang terlalu hebat datang bertubi tanpa jarak. Perasaan bahasgia bercampur sedih melihat rapuhnya manusia Aku kan juga manusia Bagaimana kita bisa begitu senang dengan hanya berimajinasi? Dinginnya Sukajadi membekukan otakku sesaat. Membuat sajak amburadul saja menenangkan hatiku yang gundah. Entahlah, tubuhku bergetar hebat […]

Puisi: Pohon Nangka di Perempatan Jalan

Pohon nangka di perempatan jalan Berbuah tanpa diminta Besar-besar pula Sebesar kepala Sapi Brahma Sang Tuan dirumah kah? Ah, lagipula dirumah atau tidak tak kan jadi masalah Akan kuambil buah itu malam ini Tinggal kutunggu becak pangkalan pergi agar tak ada saksi Kalaupun ia tak mau pergi, tinggal kubagi dua buah nangka itu Toh besar-besar […]