Puisi: Lakon Senayan

Hah! Sudah kuduga…sudah di duga

Ia pun mengambil amplonya, Ha..ha..ha!

Dasar kau Petruk, tak malu kah kau menjilat ludahmu sendiri

Tugas Partai? Ah! Semua yang disini pun melaksanakan tugas Partai

Lihat saja Bagong disana, peduli setan tugas Partai atau bukan, toh tetap dia ambil juga

Hei Petruk! Jangan lah kau berlagak suci

Nanti akan ada kue dari Bapak Mentri apa kau tidak mau?

Jangan tanya aku nominalnya, bukan aku yang berwenang, hanya bagi-bagi informasi pada kawan sekantor saja, Ha..ha..ha!

Hei Petruk, tidak perlu lah kau serius menanggapi sidang rakyat

Coba kau lihat Gareng, sangat enak hidupnya bisa berlagak dewa, tak ada Hakim yang tak dibagi kue olehnya.

UUD 1945 saja bisa dibeli dengan sepotong kue katanya

Hei Petruk, kenapa sekarang kau cemas? Ingin dirimu serius atau bercanda, rakyat tetap tidak tahu kalau kau kerja keras

 

Tenang, malam nanti kita kan pesta pora

Toh kita hanya dapat waktu 5 tahun saja, jangan kau ragu-ragu

Hah? Istri dan anakmu menunggu di rumah?

Ah…bilang saja tugas Partai, kan Partai juga yang penting memenuhi kuota

Takut masuk penjara? Astagaaa, apa artinya penjara dibandingkan surga dunia yang sekarang bisa kau rasa

Wanita-wanita dari belahan dunia bisa kau bawa

Waktu kita 5 tahun saja, jangan kau ragu-ragu

 

Hei Petruk! Tenang saja, yang menjaga kita kan yang bertugas menangkap

Hei Petruk! Ini kan tugas Partai, tinggal bagi-bagi kue kalau diciduk KPK

Jangan tanya aku nominalnya, Bapak Mentri dan Bapak Hakim yang mengurusnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s