Puisi: Keputusan

Ma, tak terbendung lagi sedihku Ma,

yang kucinta meringkuk terhina

Tubuhnya yang dulu segar sekarang penuh koreng dan luka

Aku lihat pelakunya Ma

Semua orang lihat pelakunya

Namun apa daya aku hanya dapat menghamba

Dengar Ma

Dengar Pa

Suara yang kucinta

Suara yang sudah parau mengiba

Namun apa daya aku hanya dapat menghamba

 

Ma, tak terbendung lagi marahku Ma,

yang kucinta terlentang tak berdaya

Di zinai mereka yang nafsu setannya membara

Lupa hati demi menjadi Raja

Hilang akal demi menimbun harta

Ma, Pa…

Izinkan aku pergi menyeka luka yang kucinta

Walau hanya hamba pun sabarku ada batasnya

 

Tuhan, kuatkan jiwa dan hatiku yang merana

Akan kuseka luka ditubuh yang kucinta

Sumpahku pada-Mu Yang Maha Kuasa

Untuk menjaga cintaku, pertiwiku, tanah tumpah darahku, dengan darah dan air mata

Aku tahu pelakunya Ma

Semua orang sudah lihat pelakunya

Iya, dia pencuri itu, perampok itu, koruptor yang tebal muka

Tetap tersenyum di depan kamera walau nafsu setannya sedang membara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s