Puisi: Pohon Nangka di Perempatan Jalan

Pohon nangka di perempatan jalan

Berbuah tanpa diminta

Besar-besar pula

Sebesar kepala Sapi Brahma

Sang Tuan dirumah kah?

Ah, lagipula dirumah atau tidak tak kan jadi masalah

Akan kuambil buah itu malam ini

Tinggal kutunggu becak pangkalan pergi agar tak ada saksi

Kalaupun ia tak mau pergi, tinggal kubagi dua buah nangka itu

Toh besar-besar

Sebesar bayi baru lahir

Sedikit saja sudah membuatku kenyang

Tapi sayang bukan kalau hanya ambil sedikit?

Resikonya kan sama saja hahaha.

 

Akan ku tunggu hingga becak pangkalan pergi

Akan kuambil malam ini

Kalau mereka tetap menolak pergi maka akan aku beri mereka tiga perempat bagian!

Dasar cecunguk rakus!

 

Akan aku ambil buah itu malam ini

Akan ku tunggu hingga becak pangkalan pergi

Kalau mereka tetap saja menolak untuk pergi

Akan ku panggil kawan-kawan ku

Ku suruh pukuli saja tukang becak pangkalan itu

Kalaupun kawan ku tak mampu

Akan ku ambil pisau dari dapurku sendiri

Dan kutancapkan sendiri pisau dapur didada tukang becak pangkalan tak tahu diuntung itu!

Akan kubunuh tukang becak pangkalan itu

Demi buah nangka ku

Yang besar-besar

Besar seperti anak anjing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s