[Puisi] Surat Pendek Si Agus

Untuk Anggrek,

Jikalau waktu ini sampai. Akan ku genggam erat embun subuh rumahmu. Tak kan kulepas. Tak kan kulewati. Bahkan walau hanya sekejap. Sampai keram ini kaki. Akan kutunggu hingga subuh menjadi pagi, meskipun peluh bercucuran. Ku tak bisa mengucap, apalagi berikrar dibawah langit. Aku tak berani ya Anggrek hutanku. Dan bila mereka berjanji pada inangmu. Maka aku hanya akan bersandar pada Tuhan ku

Agus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s