Puisi: Surat Mantan Santri Untuk Sang Kiyai

Assalamu’alaikum Yang Mulia Kanjeng Kiyai

Apa kabar dirimu Kiyai?

Sudahkah dirimu mandi Kiyai?

Mandi untuk bersuci dan meluluhkan segala najis itu Kiyai

Hamba yang sudah terbang bersama angin timur tak lagi lupa apa saja ajaranmu Kiyai

Ajaranmu untuk mengingat setiap kitab penuh ilmu

Ilmu yang hamba pun tak tahu kenapa diajarkan

Ilmu yang mematikan akal hamba dan kami

Ilmu yang hamba pun tak tahu apakah Kanjeng Nabi  menurunkannya pada para sahabatnya

Hamba sudah tak pernah mengamalkannya lagi Kiyai

Sungguh maafkan hamba

Hamba sudah berpikir rasional akhir-akhir ini

Yang sudah jelas rasionalitas dilarang dalam ajaranmu Kiyai.

Mungkin karena hamba terlalu banyak baca Qur’an

Terlalu banyak kan katanya dilarang ya Kiyai

Tapi hamba suka membacanya Kiyai

Tidak hanya membaca Surat Yasin melulu

Hamba sudah tidak takut Setan lagi Kiyai

Tidak seperti dulu

Zikir 10.000 kali

Puasa mutih

Semedi sambil mandi air dari 7 sumur keramat

Katanya biar sakti mandraguna seperti Gatot Kaca

Tapi masih takut Setan

Kalau saja hamba yang dulu tak cuma tahunya rebutan air bekas wudhu mu

Mungkin hamba sudah berani seperti saat ini

Oiya dirimu dimana saat ini Kiyai?

Hamba sedang berkumpul bersama saudara hamba yang lain

Yang berani-berani ini

Ku kira ilmu mu sangat tepat untuk digunakan pada masa ini Kiyai

Dirimu kan bisa menghilang dan muncul dimanapun dirimu mau!

Bahkan ke Mekkah pun dirimu tinggal mengedipkan mata

Ayo Kiyai kemari

Tinggalkanlah dulu ziarah kubur itu

Toh yang ada disitu hanya tubuh tak bernyawa

Rohnya sedang disiksa Kiyai

Ayo kesini Kiyai!

Tunjukkan kesaktianmu yang sudah melewati ribuan jam puasa mutih itu!

Disini tidak ada yang dapat sepertimu

Jangankan menghilang dalam kecepatan cahaya

Zikir yang kau ajarkan saja mereka tidak tahu!

Huh! dasar orang-orang kurang Ilmu

Tapi mereka berani-berani kiyai

Bisa kau ajarkan ilmu kanuragan untuk menjaga makam para Wali.

Ayo kesini Kiyai!

Tunjukkan kalau kau bahkan lebih hebat dari Kanjeng Nabi sekalipun

Kanjeng Nabi kan dipukul terluka

Dirimu, Nyi Roro Kidul pun tak kuasa menyentuh sehelai rambutmu

Engkau sakti mandraguna

Seperti Gatot Kaca

Ayo kesini Kiyai!

Tunjukkan kalau membaca Yasin di makam para Wali lebih afdol dibanding baca Qur’an di masjid-masjid!

Mereka semua bodoh Kiyai, namun berani-berani.

Dapat pula kau ajak mereka menyerang balik dukun santet

Ayo kesini Kiyai!

Dimana dirimu Kiyai!

Hamba sudah tidak lagi takut Setan Kiyai

Apalagi manusia

Hamba sudah tersesat Kiyai

Mungkin karena sudah tidak pernah minum air bekas wudhu mu

Rasionalitas telah menyerang alam pikiran hamba

Hamba sudah tidak takut Setan Kiyai

Sudah tidak takut dirimu

Hamba hanya takut pada Gusti Allah Kiyai

Maafkan hamba Kiyai

Maafkan Hamba

Ayo kesini Kiyai

Ajarkan sahabat-sahabat hamba yang baru

Yang super bodoh namun berani-berani ini

Apa artinya menjadi sakti mandraguna seperti Gatot Kaca

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s