Puisi: Fulan ku Tersayang [Edisi Ramadhan]

back

Ku Cinta kau tanpa syarat

Hatiku lemah di hadapanmu

Otot dan otak yang aku bangga-bangga kan

Seakan tak berarti di hadapmu

Marah mu adalah debar hatiku

Senyum mu cukup untuk menerangi sukmaku

Ku Cinta kau tanpa syarat

Hanya Tuhan yang jadi Saksi atas pengakuanku

Pria ini yang cenderung mendua

Pria ini yang pernah di butakan nafsu dunia

Telah diajarkan arti setia oleh jiwa lembutmu

Dalam senyap

Wajahmu bergerilya

Semakin Dalam

Semakin Menyebar

Ku Cinta kau tanpa syarat

Bahagiamu, bahagiaku

Wajahmu

adalah dosa terpendam dalam sadarku

Ya Tuhan, pantaskanlah aku

Mudahkanlah jalanku

Agar dapat menjadi tameng dalam hidupnya

Pemimpin yang menuntunnya

Layaknya seekor singa yang menjaga betinanya

Namun bila hamba tidaklah juga pantas

Maka ya Tuhanku

Lembutkan lah hatiku

Beri keikhlasan dalam sukmaku

Engkau lah sang pemilik hati ini

dimana aku gantungkan seluruh raga dan ruhku

Ya Tuhan ku

Aku Cinta padanya tanpa syarat

Kecuali satu

diri-Mu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s