Curhat: Aktivis Kesehatan dan World Tobacco Process & Machinery

mahasiswa-tergabung-dalam-gerakan-bersama-lawan-industri-rokok-gebrak-_160427215602-823

Tanggal 27-28 April 2016 menjadi hari yang cukup panas buat para aktivis kesehatan di Indonesia. Pasalnya tanggal ini menjadi tanggal diselenggarakannya pameran mesin rokok terbesar di Indonesia yang berada di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kenapa panas?karena di Jakarta, kalo acaranya di puncak bogor atau Lembang mungkin jadi “hari yang sejuk buat para aktivis kesehatan”(APASIH?!). Pameran mesin rokok dunia atau yang lebih sering disebut World Tobacco Process and Machinery (WTPM) ini ternyata bukan pertama kalinya yang diadakan di dunia. Menurut website resmi WTPM, yaitu www.wtprocessandmachinery.com disebutkan bahwa mereka telah berhasil mengadakan pameran ini selama 35 tahun! Ya 35 tahun di seluruh dunia termasuk di Jakarta yang saat ini sedang berlangsung. Berikut adalah kota dan negara yang sudah pernah menyelenggarakan pameran ini menurut website resmi mereka:

  • Munich
  • Jakarta
  • India
  • Bali
  • Macau
  • Kunming
  • Hong Kong
  • Mexico
  • Dubai
  • Prague
  • Moscow
  • Vienna
  • Amsterdam
  • Geneva
  • Nice
  • The Hague

Faktanya ada tiga negara yang terlihat sangat ‘niat’ dalam menyelenggarakan pameran ini, hingga mengadakannya dua kali di dua kota. Yaitu Belanda, Cina, serta Indonesia (yeaaay!). Tidak berhenti pada April 2016 di Jakarta, menurut website resminya WTMP sudah memiliki agenda resmi untuk mengadakan pameran serupa di dua negara lainnya (Jerman & UEA) hingga Desember 2017.

mahasiswa-tergabung-dalam-gerakan-bersama-lawan-industri-rokok-gebrak-_160427215602-121

Tentu ini menjadikan para aktivis kesehatan diseluruh dunia–khususnya Indonesia– kebakaran jenggot, atau kumis atau rambut atau rumah atau..(udeh braay…udeeh). Dimana, pasti akan adanya aksi-aksi demo yang di lancarkan oleh mahasiswa maupun komunitas disetiap terselenggaranya acara ini. Seperti halnya yang terjadi di depan JIExpo Kemayoran saat terselenggaranya pameran mesin rokok kemarin(27/04/2016), mahasiswa dari beberapa Universitas di sekitar Jakarta melakukan aksi demo, yang di hari minggu sebelumya sudah dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia saat Car Free Day oleh mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Gak cuma demo di Bundaran HI, mahasiswa dan aktivis kesehatan(a.k.a aktivis anti-rokok, anti-tembakau, anti-radiasi gamma, loh!) juga sempat berkunjung ke rumah dinas Gubernur Jakarta untuk menyuarakan tuntutannya. Tapi sebenernya apa sih yang menjadi tuntutan para mahasiswa dan aktivis kesehatan ini kok ya sampe demo depan tempat pameran segala gitu lo?

Oke, pertama mereka menuntut Pemprov–khususnya pak Gubernur Basuki–untuk membatalkan acara pameran mesin rokok. Yang dijawab oleh pak Basuki kalau itu bukan wewenangnya, karena tempat pameran itu bukanlah milik Pemprov DKI, melainkan milik Mensesneg (a.k.a Menteri Sekretaris Negara).

kedua……menuntut……………………………..oke gak ada yang kedua. Jadi intinya para mahasiswa ini hanya menuntut pembubaran acara pameran mesin rokok yang diadakan JIExpo. Karena menurut penuturan salah satu mahasiswi yang di wawancarai oleh wartawan, acara ini memilik tujuan terselubung untuk menambah konsumen baru, yaitu para remaja dan anak-anak. Dikarenakan perusahaan-perusahaan rokok mulai membuat rokok-rokok berbagai rasa dan warna dengan mesin-mesin mereka. Tapi kan mbak…tapi kan….ini bukan pameran rokoknya? Ini kan pameran kemajuan teknologi industri dalam mempermudah produksinya. Dan yang jadi masalah rokok itu legal di negara Indonesia, jadi…….sama kayak yang pak Basuki bilang: “Kalo situ gak suka sama asep mobil, masa’ pameran mesin pembuat mobil harus di hentikan“….sebenernya gak gitu juga sih kata pak Basuki, tapi semacem itu lah mirip-mirip.

013239900_1461751896-Mahasiswa-bentrok-dengan-polisi-saat-aksi-tolak-pameran-rokok5

040381700_1460006832-20160407_095901_1_

Sooo………saya sebenernya sepakat kalau para mahasiswa dan aktivis kesehatan/lingkungan secara kontinu melancarkan aksi untuk terus mengingatkan masyarakat bahayanya merokok, walaupun saya seorang perokok juga–tapi siapa sih yang gak mau berhenti?!. Namun tuntutan yang mereka bawa saat aksi itu lah yang kadang bikin greget kayak mad-dog. Untuk apa berusaha membubarkan suatu pameran mesin produksi yang barang hasil produksi nya itu LEGAL?? SAH?! TIDAK MELANGGAR UNDANG-UNDANG (brb. capslock copot).

Kalau memang para aktivis ingin menuntut, kenapa tidak sekalian ke DPR RI untuk mengajukan RUU Anti-Rokok. Tapii….sekali lagi, tapii…..kalau produksi dan konsumsi rokok di larang di Indonesia, para mahasiswa dan aktivis pun harusnya memberikan solusi–sebagai bentuk tanggung jawab atas tuntutannya–kemanakah para buruh rokok dan para petani tembakau ini yang jumlahnya kurang lebih sekitar 6,1 JUTA JIWA* harus di pindahkan?. Saya pribadi sih, menyarankan kepada mahasiswa, penggiat lingkungan, ataupun aktivis yang concern terhadap kesehatan masyarakat, untuk tetap secara kontinu melakukan gerakan-gerakan sosial yang mengingatan masyarakat tentang bahayanya rokok bagi kesehatan pribadi maupun keluarga. Namun tuntutan yang yang diajukan ke pemerintah seharusnya bersifat lebih “demi kemakmuran rakyat”, dimana yang ditakutkan dari kemajuan teknologi industri–khususnya mesin rokok–akan membuat kebutuhan tenaga kerja manusia berkurang, dan banyaknya buruh yang akan di PHK. Tentu ini akan menjadi kerugian yang amat sangat  besar bagi bangsa Indonesia bila sampai terjadi. Tidak hanya itu, di harapkan para mahasiswa pun menuntut pemerintah untuk mengedepankan produksi rokok kretek dalam negeri agar tidak kalah bersaing dengan produksi rokok impor. Karena, sudah sakit, karena tembakau impor pula, itu sedihnya dua kali mas dan mbak aktivis.

mahasiswa-tergabung-dalam-gerakan-bersama-lawan-industri-rokok-gebrak-_160427215602-441

Jadi, WTPM atau World Tobacco Process and Machinery sendiri sejatinya tidaklah merugikan masyarakat Indonesia, dan bukan juga merupakan pameran mesin pembuat produk ilegal.

Begitulah kira-kira opini pribadi saya,

semoga para mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan mahasiswa dari Universitas lainnya yang sudah berjuang sejak tanggal 27 April hingga hari ini mendapatkan pahala atas amalan kebaikan yang mereka lakukan. Terimakasih saudaraku yang sudah mengucurkan keringat untuk mengingatkan kami akan bahaya merokok dan bahaya  yang mengancam dari mesin rokok atas produksi rokok dalam negeri.

HIDUP MAHASISWA!

*Data 6,1 juta jiwa disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dalam kunjungannya ke PT Gudang Garam Tbk, Kediri, Jawa Timur, Jumat (27/3/2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s