Curhat: World Book Day – Apakah Buku Masih Memiliki Tempatnya di Masa Mendatang?

23 April 2016

Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas” ― Mohammad Hatta

“Buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku sejarah diam, sastra bungkam, sains lumpuh, pemikiran macet. Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia, “mercu suar” seperti kata seorang penyair, ‘yang dipancangkan di samudera waktu’.” ― Barbara Tuchman

Bacalah satu bab dari bukuku, bentangkan rahasia tenaga ciptaan darinya” ― Rumi

books

Sudah jutaan, milyaran, bahkan trilyunan  eksemplar buku telah di produksi di seluruh dunia . Dari produksi dengan penulisan manual hingga otomatis. Dari media tulis bambu hingga kulit pohon. Semuanya telah membantu manusia menuju peradaban yang terus modern. Namun, apakah buku menjadi alat pembelajaran/dokumentasi yang sudah kuno dan tidak bisa diterapkan lagi di masa kini?. Apakah sudah saat nya kita membuang semua buku kita dan berganti ke hal yang lebih modern??

Sudah barang tentu kita semua tahu bahwa aplikasi e-book yang semakin banyak digunakan di masa kini semakin dan semakin populer karena lebih mudah dibawa kemanapun―dalam device yang kita bawa bisa terdapat lebih dari satu e-book―dan dibaca dimanapun. Pertanyaan yang menggelitik kita adalah: Apakah peran e-book di masa mendatang akan dapat menggantikan sepenuhnya fungsi dari sebuah buku?. Menurut opini saya pribadi hal itu tidak akan pernah terjadi. Dikarenakan buku sungguh memiliki kekuatan magis yang tidak akan bisa tergantikan dengan alat pengganti apapun. Buku konvensional yang kita pegang secara fisik, serta bau unik dari kertas buku itu sendiri terkadang adalah hal yang menjadi kekuatan dari sebuah buku. Mungkin e-book akan menjadi sebuah alat yang membuat dunia kita praktis dan akan terus digunakan kedepannya, karena secara fungsionalitas sesungguhnya e-book sangatlah sama dengan buku konvensional. Namun ketika kita berbicara isi dari sebuah kumpulan tulisan yang sangat kita kagumi, yang benar-benar dapat menghipnotis kita dengan isinya, membuat kita terbang ke dunia lain, maka sebuah  e-book tidak akan pernah bisa menggantikan efek magis dari membaca, mencium bau khasnya, serta menyentuh langsung sebuah buku konvensional.

Best-Books-To-Get-You-Into-Reading

Buku sudah ada sejak ber-abad yang lalu, namun bentuknya serta bahan dari buku itu yang terus berubah. Buku sudah mencatat kehidupan manusia dari sejak zaman mesir kuno―tercatat sekitar 2400 SM―mendokumentasikan banyak sejarah bangkit dan runtuhnya sebuah kerajaan, mencatat setiap dongeng dari suatu belahan dunia yang diceritakan ke belahan dunia yang lain, mendistribusikan pemikiran-pemikiran para filsuf hebat yang dapat mengubah dunia, mencatat setiap ilmu dan penemuan yang membantu umat manusia. Bila kita berbicara sejarah maka sudah barang tentu kita berbicara bagaimana sebuah buku bercerita. Seorang yang terkungkung tubuhnya tidak akan pernah merasa dirinya terpenjara jikalau jiwanya telah terlanjur  terbang bersama buku yang dibacanya. Seorang anak kecil yang berada di kamarnya sendiri terkadang jiwanya sudah berada di kawah candradimuka bersama Gatot Kaca karena membaca sebuah dongeng. Seorang gadis perempuan belia dalam hatinya sudah berjalan menuju altar pernikahan bersama suami nya yang sempurna karena membaca sebuah novel romansa. Seorang mahasiswa yang ruh nya sudah dimasa depan berdiri diantara ribuan orang yang memberinya selamat dari pencapainnya karena menerapkan ilmu yang dibacanya dari buku di pojok perpustakaan. Buku sesungguhnya telah menjadi candu yang sangat kuat bagi otak manusia. Membuat mimpi-mimpi liar manusia berhamburan keluar tanpa rantai pengekang dari kepalanya. Buku telah membawa kita ke cerita para utusan Tuhan yang begitu heroiknya melangkah melewati setiap rintangan yang ia terima. Buku telah menjadi pendistribusi non-resmi dari seluruh ideologi yang ada di dunia.

DSC_6976-opt

Sebuah buku terkadang dapat mengubah pemikiran kita yang begitu kaku menjadi lebih fleksibel.Sudut pandang kita yang sempit menjadi lebih terbuka. Pada titik itulah kita akan menyadari bahwa kata-kata “buku adalah jendela dunia” bukanlah omong kosong orang mabuk. Buku dapat membawa kita ke Paris, Antartika, Mars, Hutan, hingga alam fantasi. Buku memberikan kita pengetahuan yang tidak akan pernah kita tahu sebelumnya. Buku telah membantu kita mengetahui sifat-sifat manusia berdasarkan tempat tinggalnya tanpa jasad kita berada disana. Buku telah membantu kita mengetahui keadaan alam di setiap sudut dunia tanpa harus terbang mengelilinginya.

Itulah alasan dari opini saya sebelumnya bahwa buku konvensional yang kita sentuh langsung, yang memiliki bau kertas yang khas, benar-benar sudah berhasi memakai kekuatan magisnya kepada diri kita ketika membacanya. Daya magis yang tak dapat dibayangkan dan tidak dapat ditandingi dengan e-book maupun alat modern lainnya. Itulah kenapa saya sangat yakin bahwa buku konvensional tidak akan pernah hilang dan tergantikan―seperti halnya kaset tape maupun Vinyl―karena modernisasi.

Ayo cintai bukumu karena buku merupakan salah satu alat waris yang cukup baik untuk diturunkan kepada anak cucu kita.

Jangan pernah malas membaca buku karena buku tidak akan pernah mengambil ilmu mu sedikitpun namun malah menambah pengetahuanmu

Selamat Hari Buku Dunia!

Happy World Book Day!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s